Senin, 25 November 2019

Toyota Investasi Rp 28 T Bergulir Tahun Depan, Termasuk Mobil Listrik

 Toyota Group memastikan akan menanamkan investasi sebesar Rp 28,3 triliun untuk industri otomotif Indonesia. Menurut siaran pers dari Kementerian Perindustrian yang diterima detikcom, Selasa (19/11/2019), investasi tersebut untuk pengembangan merek di bawah Toyota Group, meliputi Daihatsu, Hino, dan Toyota.

Dijelaskan Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi, salah satu target yang akan dituju dalam investasi Toyota Group tersebut adalah soal pengembangan kendaraan listrik.

"Sudah disampaikan bahwa komitmen investasi Toyota Group di Indonesia akan tetap berlanjut dan saya rasa elektrifikasi termasuk dalam rencana investasi ini," kata Anton, di acara Workshop Wartawan Industri & Otomotif, di Menara Astra, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Anton sendiri belum menyampaikan lebih rinci soal fasilitas apa yang akan dibangun dan produk mobil listrik apa yang bakal dibuat Toyota Group di Indonesia. Anton mengatakan masih menunggu regulasi kendaraan listrik di Indonesia masuk tahap final.

"Memang belum disampaikan detail mobilnya apa? Apa produksinya? Kapan? Tapi komitmen itu sudah dilakukan, saya rasa seiring dari informasi regulasi (kendaraan listrik) itu sendiri, itu akan membatu kami lebih confident untuk menyampaikan request ini kepada prinsipal," lanjut Anton.

"Karena pastinya untuk mencapai target pemerintah 20%, hanya mengandalkan produk (mobil listrik) sekarang yang impor dengan harga Rp 500 juta ke atas, saya rasa tidak memenuhi. Harus ada lokalisasi dari produk-produk elektrifikasi dan juga harga yang menjadi concern dari masyarakat supaya lebih value for money untuk pasar Indonesia," sambungnya.

Menurut Anton investasi Toyota Group di Indonesia kali ini merupakan paket kedua. "Tahap pertama sebelum Pak Jokowi, dulu Pak SBY waktu itu pernah disampaikan komitmen investasi Toyota Group di Indonesia waktu itu Rp 20 triliun. Tapi setelah dievaluasi sampai 2019 ini, kira-kira sudah terlaksana Rp 20 triliun. Untuk itu Toyota mengumumkan paket investasi kedua, sampai 5 tahun ke depan, dengan angka Rp 28 triliun. Sampai 2024 atau maksimal tahun 2025," kata Anton. https://bit.ly/2XTa9lT

Toyota, Pengguna Innova Inginkan Innova Hybrid

 Toyota sudah memiliki line up mobil hybrid seperti Alphard, Camry, C-HR, hingga Corolla Altis. Kini seiring ditekennya aturan mobil listrik, pengguna mobil berharap Toyota segera merilis Innova hybrid.

"Pemerintah baru-baru ini telah mengeluarkan regulasi tentang kendaraan listrik, semoga dengan itu dapat memangkas harga kendaraan listrik atau hybrid yang saat ini masih tinggi sehingga semakin banyak orang menggunakan mobil hybrid, dan mendorong Toyota-Astra Motor untuk segera meluncurkan Innova hybrid sebagai varian baru yang lebih ramah lingkungan" ujar Ketua Umum Innova Community Nugraha Reza di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Dengan kehadiran kendaraan hybrid yang memiliki emisi karbon rendah, pastinya dapat menurunkan tingkat polusi dan lebih ramah lingkungan. Hal ini selaras dengan kegiatan Innova Community yang tidak hanya sebatas yang berhubungan dengan otomotif saja.

Komunitas ini juga sering melakukan kegiatan peduli lingkungan hidup seperti melakukan penanaman pohon, pemberian tong sampah gratis, penanaman terumbu karang dan lain-lain.

Toyota sebelumnya menjanjikan bisa melakukan elektrifikasi pada seluruh model yang dijual di Indonesia, namun Toyota meminta waktu karena harus mempersiapkan pabrik dan pasokan suku cadang. Jika tidak ada halangan mobil elektrifikasi Toyota akan diproduksi di Karawang.

"Toyota itu stand pointnya semua produk line up, itu kami ready untuk semua product line up baik itu hybrid, phev, dengan berbagai model " ujar Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono saat ditemui beberapa media di Sapporo, Hokkaido, Jepang.

Jadi apakah Innova dulu kemudian Fortuner? Tanya wartawan. "Pokoknya yang paling banyak," ujarnya.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto menambahkan elektrifikasi untuk model-model di segmen medium low dengan populasi atau volume yang besar membutuhkan studi lebih lanjut mengenai hal ini terkait harga, produk (spesifikasi dan jenis) EV yang cocok.

"Dan tidak ketinggalan bagaimana pemeliharaan, after sales sehingga kekhawatiran konsumen yang ada sekarang ini akan hilang, seperti dulu saat pertama kali transmisi otomatik diperkenalkan," ujar Suryo. https://bit.ly/2DfOjiR

Minggu, 24 November 2019

Mengenang Sulli Lewat Hotel Del Luna, Drakor Terakhirnya Sebelum Bunuh Diri

Artis Korea, Sulli, meninggal dunia karena gantung diri di apartemennya pada Minggu (13/10/2019). Hotel Del Luna pun jadi serial terakhir Sulli sebelum memutuskan bunuh diri.

Drama Korea, Hotel Del Luna sudah habis masa tayangnya pada 1 September 2019. Serial Hotel Del Luna yang terdiri dari 16 episode meraih kesukesan dengan menjadi drama Korea tvN yang meraih rating tertinggi.

Hotel Del Luna yang dibintangi IU dan Yeo Jin Goo meraih rating rata-rata 12%. Seperti dikutip dari allkpop, rating tersebut termasuk tinggi karena untuk mencapai 10% saja bukan hal mudah bagi sebuah drama Korea.

Salah satu keistimewaan Hotel Del Luna yang membuatnya sukses mencapai rating tinggi adalah berbagai bintang tamu di setiap episodenya. Dan Sulli termasuk bintang tamu yang meramaikan Hotel Del Luna. https://bit.ly/2DhZes5

Sulli tampil di episode 10 Hotel Del Luna sebagai Jang Ji-Eun. Dia berperan sebagai cucu dari Chairman Wang, pemilik sebuah hotel bintang lima di Korea. Dikisahkan, Yeo Jin Goo yang berperan sebagai Koo Chan-Sung pernah bekerja di hotel tersebut sebelum pindah ke Hotel Del Luna.

Chairman Wang diceritakan meminta Koo Chang-Sung untuk menikahi cucunya, Jang Ji-Eun. Perjodohan pun terjadi meski sebenarnya Koo Chang-Sung keberatan. Ditambah lagi adanya kecemburuan dari Jang Man-Wol yang diperankan IU. Pada akhirnya Jang Ji-Eun bisa menerima kalau Koo Chang-Sung menolak perjodohan tersebut karena mencintai wanita lain.

Saat tampil di Hotel Del Luna, Sulli sempat beberapa kali tampil dengan busana berbeda. Pertama dengan mini dress putih dari brand Miu Miu saat dikisahkan kencan dengan Koo Chang-Sung di perpustakaan. Kedua memakai mini dress merah bunga-bunga saat pertamakali berkenalan dengan Koo Chang-Sung. Dan ketiga mengenakan busana Gucci dari ujung kepala sampai kaki ketika melakukan kencan buta bersama Koo Chang-Sung.

Sulli sempat ditanya mengenai penampilan cameonya di Hotel Del Luna dalam acara televisi Night of Hate Comments. Aktris yang meninggal dunia di usia 25 tahun itu mengungkapkan dirinya dihubungi oleh IU. Temannya sesama aktris itu yang memintanya ikut bermain di Hotel Del Luna.

"Dia bilang peranku adalah peran yang disukainya. Aku masih belum tahu apa peranku, tapi aku dengan cepat mengatakan aku mau melakukannya," kata Sulli.

Pembawa acara juga sempat bertanya pada Sulli apakah dia mendapatkan komentar jahat dari netizen soal penampilannya di Hotel Del Luna. Dan mantan personel f(X) itu mengatakan dia tidak banyak menemukan komentar jahat untuknya.

"Aku melihat (komentar netizen), tapi yang luar biasa adalah tidak ada banyak komentar jahat. Sepertinya aku melakukannya cukup baik," ujar Sulli seraya tertawa.

Komentar netizen memang sudah menjadi bagian dari kehidupan Sulli. Sepanjang perjalanan kariernya, aktris dan penyanyi cantik itu selalu saja diserbu komentar jahat netizen mulai dari tentang bentuk badannya hingga kehidupan cintanya. Dan hingga akhir hayatnya, komentar pedas ini juga terus ada dalam hidup Sulli. https://bit.ly/35tCe5G