Minggu, 24 November 2019

Sandiaga Bakal Merapat ke BUMN? Ini Jawaban Erick Thohir

Mantan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno diisukan bakal menjadi petinggi di BUMN. Lantas apa kata Menteri BUMN Erick Thohir yang merupakan sahabat lama Sandiaga?

Saat ditanya mengenai desas-desus Sandi bakal merapat ke BUMN, Erick tak memberikan kesimpulan yang jelas. Tak ada penegasan apakah Sandi bakal mendapat jabatan di perusahaan pelat merah atau tidak.

"Kalau memang Pak Sandi mau bantu BUMN bagus juga," kata dia ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Tidak tahu apa maksud dari pernyataan Erick, entah membantu dari luar atau membantu dari dalam dengan jabatan tertentu untuk Sandi di BUMN. Dia langsung bergegas masuk ke dalam mobilnya.

Sementara itu, dengan Erick, Sandiaga mengaku tak pernah membicarakan soal jabatan di perusahaan negara untuk dirinya. Dia juga tak pernah menerima tawaran tersebut.

"Nggak ada, tidak ada tawaran, tidak ada pembicaraan," kata dia di JW Marriott Hotel, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Dia menyatakan akan tetap berkontribusi dan bersedia membantu Erick dalam membesarkan BUMN, namun tetap di luar pemerintahan.

"Saya bilang berkontribusi untuk pembangunan pemerintah itu nggak perlu harus menjabat menteri atau pejabat BUMN tapi di mana pun kita berada," https://bit.ly/2OIWOYU

Erick Thohir Mau Dirut yang Usulkan Nama-nama Direksi BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin pemilihan direktur BUMN diusulkan oleh direktur utama (dirut). Hal ini untuk menghindari hubungan tidak akur antar direksi.

"Pak Erick ke depan pengin yang mengusulkan direksi-direksi itu dirut," kata Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).

Disinggung soal praktik nepotisme, Arya menepis. Dia bilang, hal itu untuk menjaga kekompakan tim. Terlebih, kata dia, dirut hanya mengusulkan sementara kementerian yang akan menetapkan usulan tersebut.

"Ini kan ngomongnya kekompakan tim nggak mungkin KKN, dia kan mengusulkan. Dia kasih nama-nama, kementerian yang menetapkan tapi dikasih ruang mencari tim," ujarnya.

"Kan kamu sering dapat kabar ini ribut sama dirutnya, ini ribut direktur keuangan, nggak cocok sama direktur operasi. Akhirnya dirut kebingungan sendiri," ungkapnya.

Meski begitu, Arya belum tahu persis kapan hal itu akan direalisasikan. Lebih lanjut, pihaknya juga akan memperkuat peran komisaris.

Dia bilang, ke depan komisaris akan lebih banyak bertugas melakukan pengawasan BUMN, tidak seperti sekarang di mana justru kementerian lebih banyak melakukan pengawasan.

"Kita lihat selama ini interaksi kementerian lebih banyak direksi, ke depan akan lebih banyak interaksi komisaris," ujarnya. https://bit.ly/34ci67Q

Melihat Kembali Komentar Dahlan Iskan Soal Ahok Pimpin BUMN

Munculnya namanya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) dalam bursa petinggi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) alias Ahok menimbulkan kebisingan. Banyak yang lantang menolak, banyak juga yang membela.

Tak sedikit juga yang memberikan komentar atas pro-kontra itu. Salah satunya Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dia menyampaikan komentarnya di laman pribadinya disway.id dengan judul 'Prestasi BTP'.

Komentar Dahlan juga turun meramaikan pro-kontra Ahok. Tulisannya itu ramai sebelum pengumuman Ahok dipilih menjadi Komisaris Utama PT Pertamina.

Mengawali tulisannya, Dahlan berpendapat, bahwa orang berprestasi akan sukses ditugasi di mana pun. Dia kemudian bertanya, apakah Ahok termasuk sosok yang berprestasi sehingga layak ditempatkan di BUMN.

"Rencana itu sangat sangat baik. Kalau BTP memang dianggap orang yang selama ini berprestasi. Lepas siapapun ia. Apa pun pendidikannya. Di mana pun perjalanan karir sebelumnya," tulis Dahlan.

Namun, jika ternyata penilaian prestasi Ahok berdasarkan kehebohan yang sering dia buat, menurut Dahlan itu merupakan perjudian. Jika Ahok ditempatkan di BUMN besar, maka berjudinya juga besar.

Kini Ahok pun duduk di Komut Pertamina. Salah satu BUMN paling besar asetnya.

"Apakah BUMN sebuah perusahaan yang layak diperjudikan? Tergantung pemiliknya," sambungnya.

Dahlan juga sempat mempertanyakan kegaduhan dari rencana pengangkatan Ahok. Apalagi saat itu masih belum jelas Ahok akan ditempatkan di BUMN mana dan posisinya apa.

Namun, Dahlan kemudian menekankan sebuah perusahaan butuh ketenangan. Perusahaan tidak akan maju jika hebohnya lebih besar dibanding kerjanya.

"Tapi ada prinsip yang harus dipegang: perusahaan pun perlu ketenangan. Perusahaan tidak bisa maju kalau hebohnya lebih besar dari kerjanya," ujar Dahlan.

Memang, kata dia, sukses bisa diraih dengan kehebohan tapi biasanya itu hanya di permukaan dan jangka pendek.

"Memang, bisa juga sukses diraih lewat kehebohan. Tapi sukses seperti itu biasanya hanya di permukaan. Dan untuk jangka pendek," jelasnya. https://bit.ly/37An5kG

Berpeluang Ikut Jejak Ahok ke BUMN, Sandi: Saya Fokus OK OCE Saja

Menteri BUMN, Erick Thohir membuka pintu untuk Sandiaga Uno menempati posisi salah satu perusahaan plat merah. Namun Sandi menolak dan memilih berkonsentrasi di program OK OCE.

OK OCE atau One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship merupakan program yang berusaha melakukan pembinaan kewirausahaan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sandi sedang mengembangkan OK OCE ke seluruh pelosok nusantara.

"Saya fokus di OK OCE saja," kata Sandi kepada wartawan usai menandatangani MoU antara OK OCE dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Padang, Sabtu (23/11/2019) petang.

Mantan Cawapres itu mengaku hingga Sabtu pagi masih berhubungan dengan Erick Thohir.

"Tadi pagi, Saya masih terhubung dengan Pak Erick," aku Sandi.

Meski tak ingin di posisi BUMN, namun Sandi menyebut selalu memberi masukan yang terbaik soal BUMN kepada sang Menteri.

"Kita selalu memberi masukan. BUMN butuh talenta terbaik, butuh juga BUMN yang bebas dari politik. Orang terbaik di posisi terbaik," tambah dia.

Berkaitan dengan posisi yang diberikan kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Sandi hanya berujar singkat, "Kita menunggu alasan penunjukan beliau dan bagaimana kinerjanya," tutup Sandi.

Sebelumnya, Erick Thohir membuka pintu untuk Sandi bila mau bergabung ke BUMN.

"Kalau memang Pak Sandi mau bantu BUMN bagus juga," kata dia ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (22/11/2019). https://bit.ly/2XJC9YJ