Minggu, 24 November 2019

Dahlan Iskan Puji Jokowi Menteri ESDM Tak Diisi Politisi

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memuji keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan jabatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ke Arifin Tasrif. Menurut Dahlan, jabatan ini diincar oleh banyak politisi.

Demikian disampaikan Dahlan lewat laman pribadinya disway.id seperti dikutip detikcom, Kamis (24/10/2019).

"Tentu ESDM menjadi incaran banyak politisi. Tapi dipilihnya Arifin Tasrif sangat tepat," ujar Dahlan.

Dahlan memaparkan, Arifin memiliki hubungan yang baik dengan Jepang. Kemudian, ia memiliki kemampuan manajerial yang baik.

Terlebih, Arifin merupakan mantan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia.

"Hubungannya dengan Jepang sangat baik. Ia kini masih duta besar Indonesia di Jepang. Kemampuan manajerialnya luar biasa. Ia adalah Dirut Petrokimia Gresik yang kemudian menjadi Dirut Holding Pupuk Indonesia," kata Dahlan.

Lanjut Dahlan, Arifin merupakan sosok yang memahami persoalan energi nasional.

"Dalam jabatannya itu ia membeli perusahaan asing --menjadi perusahaan nasional. Tanpa banyak publikasi. Ia unggul dalam memanusiakan manusia. Ia tahu persoalan energi nasional," tambahnya.

Sebelum menjadi menteri, Arifin merupakan Duta Besar Indonesia untuk Jepang di KBRI Tokyo. Ia merupakan satu dari tujuh belas duta besar yang dilantik Jokowi pada 13 Maret 2017 lalu.

Sebelum menjadi duta besar, Arifin tercatat pernah menjadi Direktur Utama PT Pupuk Indonesia hingga 2015. Setelah itu, posisinya di perusahaan BUMN ini digeser oleh Aas Asikin Idat.

Sebelum menjadi bos holding pupuk, Arifin pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pupuk Sriwijaya dan PT Petrokimia Gresik.

Adapun Arifin merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Kimia. Ia lulus di tahun 1972. https://bit.ly/35tJJcL

Puji Susunan Menteri Baru Jokowi, Dahlan Iskan: Kabinet Bagus

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memuji susunan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua. Hal itu ia sampaikan di laman pribadinya disway.id.

Dahlan memberi judul tulisannya tersebut 'Kabinet Bagus'. Menurutnya, Jokowi sebagai penyusun kabinet tersebut mampu keluar dari tekanan banyak pihak.

"Saya harus memuji susunan kabinet baru ini. Berarti saya harus memuji yang menyusunnya: Presiden Joko 'Jokowi' Widodo," kata Dahlan seperti dikutip detikcom, Kamis (24/10/2019).

"Tentu tidak memuaskan semua orang. Apalagi semua partai. Tapi terlihat Presiden Jokowi bisa keluar dari tekanan banyak pihak," ujar dia.

Dahlan mengatakan, peran Luhut Binsar Pandjaitan masih dominan di kabinet. Luhut sendiri kini menjadi Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Menurut Dahlan, kehadiran Luhut di kabinet bisa menjadi tameng dari tekanan berbagai pihak, termasuk di parlemen.

"Memang Luhut Panjaitan masih terlihat dominan. Jabatan lamanya tetap: Menko Kemaritiman. Membawahi ESDM dan kelautan. Bahkan ditambah bidang investasi. Tapi --dari kacamata presiden-- itu pilihan yang tepat. Luhut bisa jadi bumper untuk berbagai tekanan. Dari perorangan maupun politisi. Termasuk dari parlemen," paparnya.

Ia menambahkan, Luhut merupakan tipe orang yang menyediakan diri untuk menjadi benteng demi kepentingan Presiden.

"Ia tipe orang yang menyediakan diri untuk jadi benteng. Demi kepentingan seorang presiden," katanya.

Dahlan Iskan melontarkan pujian terhadap pilihan Jokowi di hampir setiap posisi menteri. Untuk menteri di bidang ekonomi, Dahlan berpendapat kabinet kali ini disusun lebih demi mengkonsolidasikan berbagai pihak, sehingga kerja bisa tenang dan tentu harapannya target yang dicanangkan bisa dicapai.

"Dari segi kebersamaan, kabinet ini seperti hujan yang merata. Kekompakan kelihatan lebih utama," tulis Dahlan. https://bit.ly/34g5IUr

Pupuk Indonesia Kantongi Laba Rp 4 T, Naik 37%

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan kinerja positif tahun lalu. Bahkan perusahaan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan membukukan pertumbuhan volume penjualan yang menembus 14 juta ton.

Hal tersebut didapatkan berkat keberhasilan perusahaan memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi serta meningkatkan penetrasi pasar ke perkebunan dalam negeri. Ini mendorong tumbuhnya pendapatan dan laba dibandingkan tahun sebelumnya.

Total pendapatan yang berhasil sebesar Rp 69,4 triliun atau tumbuh 17% dari tahun 2017. Adapun laba perusahaan tercatat sebesar Rp 4,21 triliun, naik 37% dari tahun sebelumnya. Total aset perusahaan juga tumbuh sebesar 8,11% menjadi Rp 138,9 triliun.

"Di tahun 2018 kami juga mencatatkan kontribusi kepada negara sebesar Rp 6,25 triliun yang terdiri dari total pajak dan deviden," jelas Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Achmad Tossin Sutawikara, Sabtu (26/10/2019).

Pupuk Indonesia juga meraih penghargaan sebagai BUMN terbaik atau The Best Indonesia SOE dengan predikat Sangat Bagus dari Majalah Infobank. Predikat tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja keuangan perusahaan yang baik sepanjang tahun 2018.

Tossin menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas penghargaan ini. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan apresiasi penting atas kerja keras segenap karyawan dan manajemen perusahaan dalam berkontribusi mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga kinerja bisnis yang unggul dan produk yang berdaya saing tinggi. https://bit.ly/35tJwX1

"Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya keras kami dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah persaingan yang ketat, dan di tengah besarnya tantangan pada industri pupuk dan petrokimia. Termasuk juga apresiasi atas keberhasilan kami memberikan kontribusi ekonomi dan sosial yang besar kepada negara dan masyarakat," ungkapnya.

Pada ajang ini, Infobank memberikan penghargaan kepada 54 BUMN berpredikat sangat bagus, 21 BUMN berpredikat baik, dan 13 BUMN berpredikat cukup baik.

Tossin menjelaskan, sepanjang 2018 Pupuk Indonesia memang berhasil mencatatkan kinerja positif. Bahkan perusahaan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan membukukan pertumbuhan volume penjualan yang menembus 14 juta ton. Hal tersebut didapat berkat keberhasilan perusahaan memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi serta meningkatkan penetrasi pasar ke perkebunan dalam negeri.

Hal tersebut pun turut mendorong tumbuhnya total pendapatan dan laba dibandingkan tahun sebelumnya. Total pendapatan tercatat sebesar Rp69,4 triliun atau tumbuh 17% dari tahun 2017. Adapun laba perusahaan tercatat sebesar Rp4,21 triliun, naik 37% dari tahun sebelumnya. Total aset perusahaan juga tumbuh sebesar 8,11% menjadi Rp138,9 triliun.

"Di tahun 2018 kami juga mencatatkan kontribusi kepada negara sebesar Rp6,25 triliun yang terdiri dari total pajak dan deviden," jelas Tossin. https://bit.ly/2KODI2u