Sabtu, 23 November 2019

Pertamina Mulai Uji Coba Bahan Bakar B30 di Jateng

Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Boyolali melakukan ujicoba penggunaan B30 pada produk gasoil mulai hari ini. Per hari ini produk biosolar di SPBU, terutama yang baru melakukan pengisian BBM jenis biosolar, sudah menggunakan produk B30.

General Manager Marketing Operation Region (MOR) IV PT Pertamina (Persero), Iin Febrian, mengatakan TBBM Rewulu dan TBBM Boyolali terpilih menjadi dua dari tiga TBBM Pertamina yang menjadi pilot project ujicoba B30. Uji coba akan berlangsung mulai hari ini hingga 31 Desember 2019.

Pihaknya menyatakan, MOR IV wilayah Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta siap untuk melaksanakan kebijakan pemerintah terkait mandatori penggunaan B30 pada produk Gasoil.

"Kebijakan ujicoba penggunaan 30% FAME (Fatty Acid Methyl Ester) pada bahan bakar gasoil, diterapkan pada produk Dexlite dan Biosolar, mengikuti arahan dari Kepmen ESDM No. 227 Tahun 2019," ujar Iin Febrian, dalam pers rilisnya Kamis (21/11/2019).

Terkait dengan harganya, jelas Iin, seperti penggunaan komposisi B20 sebelumnya, penggunaan B30 ini tidak akan mempengaruhi harga Dexlite saat ini.

"Sesuai dengan Perpres nomor 24 tahun 2016 tentang Penghimpunan dan Penggunaan dana Perkebunan Kelapa Sawit yang menjelaskan bahwa patokan harga Biodiesel tetap akan mengacu pada indeks pasar minyak solar," kata Iin. https://bit.ly/35ynK4F

Penggunaan B30 tidak terbatas pada bahan bakar kendaraan saja. Tetapi juga pada solar industri. Menurut Iin, secara teknis pemberian 30% FAME kepada Dexlite dan Biosolar tidak akan mempengaruhi kualitas produk atau tidak mengurangi standar CN (Cetane Number) pada produk.

Sebagai informasi, FAME diklaim memiliki 'soap effect' yaitu dapat membersihkan saluran pembakaran dengan mengangkat endapan sisa pembakaran di saluran pembakaran kendaraan. Sehingga memiliki karakter pembakaran yang relatif bersih atau ramah lingkungan.

Lebih lanjut dikatakan Iin, produk B0 atau produk dengan komposisi solar murni nantinya akan digunakan hanya pada produk Pertamina Dex. Namun demikian ada beberapa pengecualian seperti pada pembangkit listrik yang menggunakan turbine aeroderivative, Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), tetap digunakan B0 atau solar murni.

Uji coba bahan bakar B30 tersebut, mulai hari ini juga sudah disalurkan ke setiap SPBU. Terutama yang baru melakukan pengisian BBM jenis Biosolar sudah produk B30.

Unit Manager Communication & CSR MOR IV, Anna Yudhiastuti, menambahkan jika mendapati kendala dalam uji coba B30 ini, konsumen bisa mengadu ke call center Pertamina maupun layanan call center Biodiesel Kementerian ESDM.

"Apabila konsumen mendapati kendala dalam uji coba implementasi B30 dapat menghubungi call center Pertamina 135 dan layanan call center Biodiesel Kementerian ESDM yaitu 14036," kata Anna Yudhiastuti.

Ekonom Waspadai Transisi Masif di Sektor Energi

Sejumlah ekonom memprediksi akan terjadi sebuah transisi masif di sektor energi. Salah satunya Senior Director BCG Center for Energy Impact Jamie Webster yang mengatakan adanya kondisi yang serba tidak pasti saat ini baik di negara berkembang maupun yang sudah mapan.

"Industri energi saat ini sudah makin tidak terprediksi baik untuk negara yang berkembang secara ekonomi maupun yang mapan. Ketidakpastian sekarang 2,5 kali lebih tinggi, baik dalam hal kebijakan, ekonomi, geopolitik, teknologi, dan masa depan energi," ujar Jamie dalam keterangan tertulis, Rabu (20/11/2019).

Hal tersebut disampaikannya dalam forum Pertamina-BCG Economist Forum 2019 di Jakarta, Selasa (19/11/2019). Menurut Jamie, dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi, maka para pelaku di sektor energi juga harus bersiap untuk beberapa hal. https://bit.ly/2D8q8Tx

Pertamina Percepat Penyediaan B30 untuk Transportasi dan Industri

Pertamina mempercepat penyediaan biosolar dengan kandungan FAME 30% atau disebut B30 baik untuk sektor transportasi maupun sektor industri. Implementasi ini lebih cepat satu bulan jika dibandingkan kebijakan pemerintah yang mewajibkan penyediaan B30 pada 1 Januari 2020.

"Percepatan implementasi B30 akan membawa perubahan positif ke berbagai sektor. Baik dari sisi kemandirian energi nasional hingga multiplier effect terhadap sektor perkebunan dan dampak lingkungan," kata VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Jumat (22/11/2019).

Menurut Fajriyah, penggunaan FAME yang berasal dari kelapa sawit merupakan upaya untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam di Indonesia sebagai salah satu produsen sawit terbesar di dunia.

Dengan penyerapan FAME yang konsisten, kata Fajriyah maka dapat membantu menjaga kestabilan harga kelapa sawit sampai ke tingkat petani. Dengan demikian dampak positif B30 ini juga bisa terasa hingga ke sektor hulu industri kelapa sawit.

Fajriyah juga mengatakan rata-rata penyerapan FAME yang dilakukan Pertamina hingga Oktober 2019 sekitar 460 ribu KL per bulan untuk menghasilkan B20. Dengan adanya implementasi B30 secara penuh, maka penyerapan FAME akan meningkatkan menjadi 690 ribu KL per bulan atau sekitar 8,3 juta KL per tahun.

Ia menambahkan, hal ini juga akan memperkuat kemandirian energi nasional karena bahan baku untuk B30 seluruhnya dapat dipenuhi dari dalam negeri. Baik pasokan solar yang dipenuhi dari kilang Pertamina maupun FAME yang dipasok dari perkebunan kelapa sawit nasional.

"Hal ini sesuai dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional yang juga berdampak pada sektor industri lainnya," tambahnya.

Lebih lanjut Fajriyah menjelaskan, penggunaan FAME yang terbuat dari bahan nabati akan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang dihasilkan dari gas buang kendaraan dan sektor industri. Sehingga dengan tingkat kandungan nabati yang lebih tinggi dari sebelumnya maka dampak lingkungannya pun lebih rendah.

Seperti diketahui, Pertamina mulai melakukan pencampuran B30 di Terminal BBM Rewulu (Yogyakarta) dan Terminal BBM Boyolali (Jawa Tengah) pada Kamis (21/11/2019). Dengan demikian masyarakat sudah bisa mendapatkan Biosolar B30 di SPBU yang mendapat pasokan dari Terminal BBM tersebut.

Proses ini, kata Fajriyah, terus dilanjutkan secara bertahap hingga sampai Desember 2019, sehingga B30 akan disediakan melalui 8 titik pencampuran dan 28 titik pencampuran pada Januari 2020.

"Harga biosolar dengan kandungan B30 ini tidak berubah dari sebelumnya. Sehingga masyarakat dapat membelinya dengan harga yang sama," pungkas Fajriyah. https://bit.ly/2QK5PU9

Pertamina Mulai Uji Coba Bahan Bakar B30 di Jateng

Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Boyolali melakukan ujicoba penggunaan B30 pada produk gasoil mulai hari ini. Per hari ini produk biosolar di SPBU, terutama yang baru melakukan pengisian BBM jenis biosolar, sudah menggunakan produk B30.

General Manager Marketing Operation Region (MOR) IV PT Pertamina (Persero), Iin Febrian, mengatakan TBBM Rewulu dan TBBM Boyolali terpilih menjadi dua dari tiga TBBM Pertamina yang menjadi pilot project ujicoba B30. Uji coba akan berlangsung mulai hari ini hingga 31 Desember 2019.

Pihaknya menyatakan, MOR IV wilayah Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta siap untuk melaksanakan kebijakan pemerintah terkait mandatori penggunaan B30 pada produk Gasoil.

"Kebijakan ujicoba penggunaan 30% FAME (Fatty Acid Methyl Ester) pada bahan bakar gasoil, diterapkan pada produk Dexlite dan Biosolar, mengikuti arahan dari Kepmen ESDM No. 227 Tahun 2019," ujar Iin Febrian, dalam pers rilisnya Kamis (21/11/2019).

Terkait dengan harganya, jelas Iin, seperti penggunaan komposisi B20 sebelumnya, penggunaan B30 ini tidak akan mempengaruhi harga Dexlite saat ini.

"Sesuai dengan Perpres nomor 24 tahun 2016 tentang Penghimpunan dan Penggunaan dana Perkebunan Kelapa Sawit yang menjelaskan bahwa patokan harga Biodiesel tetap akan mengacu pada indeks pasar minyak solar," kata Iin.

Penggunaan B30 tidak terbatas pada bahan bakar kendaraan saja. Tetapi juga pada solar industri. Menurut Iin, secara teknis pemberian 30% FAME kepada Dexlite dan Biosolar tidak akan mempengaruhi kualitas produk atau tidak mengurangi standar CN (Cetane Number) pada produk.

Sebagai informasi, FAME diklaim memiliki 'soap effect' yaitu dapat membersihkan saluran pembakaran dengan mengangkat endapan sisa pembakaran di saluran pembakaran kendaraan. Sehingga memiliki karakter pembakaran yang relatif bersih atau ramah lingkungan.

Lebih lanjut dikatakan Iin, produk B0 atau produk dengan komposisi solar murni nantinya akan digunakan hanya pada produk Pertamina Dex. Namun demikian ada beberapa pengecualian seperti pada pembangkit listrik yang menggunakan turbine aeroderivative, Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), tetap digunakan B0 atau solar murni. https://bit.ly/2QFGtHf