Sabtu, 23 November 2019

Adik Korban Sebut Pembacok Ustaz di Pasuruan Sempat Injak-injak Alquran

Seorang ustaz di Kabupaten Pasuruan dibacok tetangganya saat mengaji di musala. Menurut adik korban yakni Muhaimin (65), pelaku sempat menendang dan menginjak-injak Alquran sebelum membacok korban.

"Alquran disepak-sepak. Quran diinjak-injak. Ini saksinya ada," kata Muhaimin di Musala Al Usmani, Kamis (31/10/2019).

Aksi tidak terpuji itu dilakukan pelaku pembacokan Samid (65) setelah mendatangi korban bernama Usman (70) yang tengah mengaji bersama dua jemaah lainnya. Mereka saling bertetangga di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Karena apa yang dilakukan pelaku sudah dianggap keterlaluan, korban marah dan memukul Samid dengan cambuk. Pelaku akhirnya naik pitam dan menyabetkan celurit ke arah korban.

Korban mengalami luka di telinga sebelah kiri, lengan tangan sebelah kiri dan leher sebelah kiri. Korban dibawa ke Puskesmas Nguling dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit M Saleh Kota Probolinggo.

Setelah melakukan pembacokan, pelaku melarikan diri ke arah barat. Warga yang marah mengejar dan berhasil menangkap pelaku. Pelaku dihajar beramai-ramai hingga terluka.

Beruntung polisi segera datang mengamankan pelaku. Ia dibawa ke RSUD Grati untuk menjalani perawatan. Setelah itu dibawa ke Polsek Nguling untuk menjalani pemeriksaan. https://bit.ly/2rfoHzY

Seorang Ustaz di Pasuruan Dibacok Tetangganya Saat Ngaji di Musala

Seorang ustaz di Kabupaten Pasuruan dibacok tetangganya saat mengaji di musala tempat ia tinggal. Korban tersungkur bersimbah darah.

Korban pembacokan itu bernama Usman (70) warga Desa Mlaten, Kecamatan Nguling. Pembacokan terjadi usai korban melaksanakan salat zuhur berjamaah. Setelah salat, korban membaca Alquran bersama dua jemaah lainnya.

Tiba-tiba pelaku Samid (65) yang merupakan tetangga korban masuk ke musala dengan membawa celurit. Di dalam musala, pelaku marah - marah tak jelas.

Korban dan dua orang lainnya berusaha menenangkan pelaku tapi malah jadi korban penganiayaan. Korban menerima beberapa bacokan yang dilakukan pelaku.

Korban mengalami luka bacok di telinga sebelah kiri, lengan tangan sebelah kiri serta leher sebelah kiri. Korban dibawa ke Puskesmas Nguling dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit M Sholeh Kota Probolinggo.

Setelah membacok korban, pelaku melarikan diri ke arah barat. Warga yang marah mengejarnya dan pelaku berhasil ditangkap.

Pelaku dihajar beramai-ramai hingga terluka. Beruntung polisi segera datang mengamankan. Pelaku dibawa ke RSUD Grati untuk menjalani perawatan. Setelah itu dibawa ke Polsek Nguling.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Nguling yang masuk wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Polisi masih menyelidiki motif pelaku.

"Pelaku datang ke musala bawa celurit sambil marah-marah. Korban dan saksi berusaha menenangkan tapi korban malah mengalami penganiayaan. Terkena beberapa kali bacokan pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso, Kamis (31/10/2019). https://bit.ly/37x2Pkf

Pria di Probolinggo Tewas Dibacok Saat Hendak Perkosa Istri Orang

 Seorang pria di Kabupaten Probolinggo tewas dibacok saat hendak memperkosa istri orang. Ia dibacok oleh suami dari perempuan tersebut.

Pria yang menjadi korban pembacokan yakni Slamet Widodo (29) warga Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran. Sedangkan sang pembacok bernama Nanang Budianto (21). Ia merupakan suami dari Juliana (22), perempuan yang hendak diperkosa oleh Slamet.

Seperti informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Slamet mendatangi rumah Nanang sekitar pukul 09.00 WIB. Ia datang dengan maksud berhubungan badan dengan Juliana.

Namun sebelum aksi pemerkosaan itu dilancarkan, Nanang datang dan memergokinya. Nanang yang sebelumnya telah menyiapkan sebilah celurit langsung membacok tubuh Slamet.

Slamet tersungkur ke lantai. Ia tewas seketika dengan sekitar 4 luka bacokan di tubuhnya. Satreskrim Polres Probolinggo yang datang ke lokasi langsung menggelar olah tempat kejadian peristiwa. Untuk visum, mayat korban dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Mohammad Saleh, Kota Probolinggo.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun, Juliana diketahui telah dua kali diperkosa oleh Slamet. Bahkan pemerkosaan itu telah diceritakan Juliana ke Nanang.

"Dimungkinkan karena tahu jika istrinya pernah disetubuhi, akhirnya pelaku menyiapkan segala sesuatunya guna membunuh korban. Namun kami masih menyelidiki lebih dalam kasus persetubuhan ini," terang Rizki, Sabtu (23/11/2019).

ia menambahkan, Slamet tewas dengan luka bacokan di leher, perut kanan dan kiri serta tangannya. Sementara hubungan antara Slamet dan Julia tak lebih dari sekadar teman. Untuk dugaan perselingkuhan, Rizki mengaku masih dalam pengembangan. https://bit.ly/33fUXQy

"Untuk pelaku sudah kami amankan. Karena tadi pasca kejadian langsung menyerahkan diri," pungkasnya.

Diduga Masalah Asmara, Pria Ini Bersimbah Darah Dibacok 4 Orang

Abdul Halim (27), warga Dusun Raab, Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, ditemukan sekarat bersimbah darah di jalan desa. Luka bacokan didapati di sekujur tubuhnya.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan bersimbah darah, korban berpapasan dengan empat orang berpenutup muka. Mereka lalu terlibat perkelahian.

Korban yang seorang diri akhirnya tumbang setelah dikeroyok. Santer beredar kabar bahwa korban dikeroyok gara-gara masalah asmara.

Korban yang ditemukan bersimbah darah segera dievakuasi ke instalasi gawat darurat RSUD dr Mohammad Saleh, Kota Probolinggo, guna mendapatkan pertolongan medis.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung menggelar olah TKP. Selain mengumpulkan bukti, petugas meminta keterangan kepada sejumlah saksi atas pembacokan tersebut.

Kapolsek Bantaran Iptu Djamhari mengatakan, dugaan sementara, pelaku dianiaya oleh lebih dari satu orang. Dan untuk kronologi pastinya, Kapolsek mengaku masih dalam penyelidikan.

"Dimungkinkan pelaku lebih dari satu sesuai keterangan sejumlah saksi. Namun untuk pastinya, kami masih selidiki kasus ini apa penyebabnya. Kami juga masih memburu pelakunya," terang Djamhari.

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami sekitar 10 luka bacokan di sekujur tubuhnya. Korban masih kritis dan dirawat di IGD RSUD dr Mohammad Saleh. https://bit.ly/2DaG1so