Sabtu, 23 November 2019

Jokowi Bertolak ke Korsel Hadiri KTT ASEAN-RoK, Prabowo-Anies Ikut Melepas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi bertolak menuju Busan, Korea Selatan. Jokowi diagendakan menghadiri rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-RoK.

Jokowi berangkat menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (23/11/2019) pukul 12.19 WIB. Jokowi beserta rombongan akan kembali ke Indonesia pada Rabu (27/11) dini hari.

KTT kali ini akan memperingati 30 tahun kemitraan ASEAN dan RoK. Sedangkan tema yang diusung yaitu 'Kemitraan bagi Perdamaian, Kesejahteraan bagi Semua'.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan dalam KTT ini, Jokowi akan membahas kerja sama ASEAN-Rok untuk 30 tahun mendatang. Kerja sama konektivitas dan upaya menjaga stabilitas kawasan juga akan dibahas. https://bit.ly/2QJSmvz

"Selama berada di Busan, Presiden akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan juga bertemu dengan beberapa CEO Korea Selatan. Dan tidak kalah pentingnya petemuan dengan kelompok ilmuwan dan peneliti muda Indonesia di Korea Selatan," kata Heru dalam keterangannya.

Turut mendampingi Jokowi dan Iriana antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Turut serta pula Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Kepala Protokol Negara Andri Hadi, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Juru Bicara Presiden M Fadjroel Rachman. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah berada di Korea Selatan untuk mempersiapkan kunjungan kerja Jokowi.

Sejumlah pejabat juga mengantar keberangkatan Jokowi di Iriana di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma antara lain Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Bertolak ke Lampung, Jokowi akan Resmikan Ruas Tol Trans Sumatera

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini bertolak ke Lampung Selatan, Lampung. Jokowi akan meresmikan ruas Tol Trans Sumatera.

Jokowi terbang dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Bandar Udara Radin Inten II, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Jumat (15/11/2019) pukul 08.10 WIB. Sejumlah pejabat turut mendampingi.

"Di Lampung siang nanti, Presiden akan meresmikan Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar- Pematang Panggang-Kayu Agung 189 Km yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera. Peresmian tersebut dipusatkan di Gerbang Tol Simpang Pematang KM 240, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung," kata Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Erlin Suastini dalam keterangannya.

Sejumlah pejabat yang mendampingi Jokowi di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto.

Selain itu, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Nugroho, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dan Staf Khusus Presiden M Fadjroel Rachman. https://bit.ly/2qFLiWd

Perkenalkan, Ini Gita Ratnasari Kades Muda di Sulut

Gita Ratnasari Tuuk terpilih menjadi kepala Desa Bombanon, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut). Gita berhasil memenangkan perolehan suara dari para pesaingnya.

"Minggu lalu tanggal 14 November terpilih jadi kepala desa," ujar Gita Ratnasari saat dihubungi, Sabtu (23/11/2019).

Dalam pemilihan kades, Gita meraup 206 suara dari total pemilih sebanyak 570 orang. Di Desa Bombanon, Gita sebelumnya meraup suara banyak saat maju sebagai caleg DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow dari PDI Perjuangan pada Pileg 2019. Namun Gita saat itu tidak lolos ke DPRD."Kemarin suara di desa ada 85-90 persen. Jadi itu pertimbangan kita harus maju," katanya.

Selain pertimbangan perolehan suara saat Pileg 2019, Gita juga didukung keluarga. Warga di desanya ikut mendorong agar Gita Ratnasari maju dalam pemilihan kades.

Saat maju Pilkades, Gita menyodorkan visi dan misi dengan akronim GRT yakni 'Gotong Royong Terutama'. "Kita terus sosialisasi ke masyarakat," tutur Gita.

Sebelum Gita Ratnasari, ada Angely Emitasari yang terpilih sebagai Kedungkumpul, Lamongan. Perempuan berusia 28 tahun ini berhasil mengalahkan 2 lawannya dan berhasil meraup suara sebanyak 1260 suara pada Pilkades 15 September. https://bit.ly/2OaSbYG

Kades Cantik Angely Kalahkan Dua Rival di Pilkades Serentak Lamongan

 Kades cantikAngely Emitasari menjadi pimpinan desa setelah mengalahkan dua rivalnya. Pilkades di Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame itu sendiri dihelat pada 15 September 2019 lalu.

Angely mengalahkan sang rival, Yusman dan Jajud. Angely dalam pilkades serentak itu mendapat undian nomor urut 2 sementara pesaingnya, Yusman mendapat nomor urut 1 dan Jajud nomor 3.

Saat pilkades serentak tersebut, jumlah pemilih terdaftar yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap di Desa Kedungkumpul sebanyak 3.321 pemilih. Angely berhasil mengalahkan 2 lawannya dan berhasil meraup suara sebanyak 1260 suara.

Untuk lawannya, Yusman meraih suara 984 suara dan Jajud meraup sebanyak 655 suara. "Saya maju Pilkades di desa saya karena dorongan masyarakat saya," ungkap Angely kepada wartawan usai dilantik di Pendopo Lokatantra Lamongan, Kamis (7/11/2019).

Angely saat wawancara dengan wartawan usai pelantikan mengakui, yang lebih utama saat ini adalah membangun desanya. "Yang lebih utama saat ini adalah membangun desa agar lebih maju lagi," tandasnya.

Lurah Cantik Susan Juga Bakal Tertibkan Manusia Gerobak

Selain pedagang kaki lima (PKL), Lurah Gondangdia, Menteng, Susan Jasmine Zulkifli juga akan menertibkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di daerahnya.

Salah satu PMKS yang akan ditertibkan adalah manusia gerobak yang sering mangkal. "Manusia gerobak itu parah. Tempat di situ mereka kadang pura-pura jadi pemulung. Kalau sudah sore, mereka ngetem buat minta duit mungkin," kata Lurah Susan kepada detikcom, Sabtu (17/1/2015).

Susan menambahkan kalau dibiarkan, dikhawatirkan manusia gerobak ini justru ngelunjak. Pasalnya, dia menilai alur kerja manusia gerobak adalah secara kelompok.

"Takutnya dia malah bawa saudara-saudara, temannya ke daerah saya. Mereka kan begitu. Petugas Satpol PP di sini sudah saya kasihtahu," tuturnya.

Lanjutnya, dia menegaskan jika menemui gerobak di Gondangdia maka akan segera ditertibkan. Namun, cara ini dilakukan dengan tidak kasar namun akan diimbau terlebih dulu oleh pihaknya.

"Beberapa hari lalu petugas saya lihat gerobak, mercy'nya mereka digembok. Haha. Kan ganggu ya. Eh, diangkut saja lah biar tertib," katanya. https://bit.ly/2XGlaqq