Sabtu, 23 November 2019

Tips Jadi Pengusaha, Putri Tanjung: Jadikan Cibiran Sebagai Motivasi

CEO and Founder Creativepreneur Event Creator, Putri Tanjung, berbagi kisah suksesnya menjadi pengusaha kreatif atau entrepreneur di Indonesia. Putri menyebut, salah satu hal yang penting untuk menjadi entrepreneur adalah menjadikan cibiran sebagai motivasi untuk terus maju.

Putri menjelaskan, bahwa saat ini banyak orang khususnya generasi milenial ragu untuk merintis usahanya sendiri. Ia mencontohkan, keraguan itu muncul karena kurangnya dukungan atau banyak orang yang meragukan usaha yang akan dirintisnya.

"Dari awal sudah banyak banget pertanyaan seperti gue ingin mulai usaha tapi banyak yang nggak mendukung gue, atau gue ingin buat usaha tapi banyak banget yang meragukan gue," ujarnya saat menjadi pembicara di acara Creativepreneur Corner Special Edition di The Alana Hotel, Jalan Palagan, Sleman, DIY, Sabtu (16/11/2019).

"Nah, menurut gue, itu justru bisa jadi salah satu motivasi, sih. Kenapa? Karena semua yang mau jadi pengusaha pasti ada dorongannya dan harus ada dorongannya. Jadi ada dorongan di mana bikin semangat dan bikinnya selalu ingin mencapai sesuatu," imbuhnya.

Chief Business Officer (CBO) Kreavi ini melanjutkan, bahwa semula ia ingin merintis usaha entrepreneur karena dendam. Ia dendam karena banyak orang yang meremehkan dan tidak suka apabila dirinya dapat berkarya sendiri. Hal itu karena ia anak dari pengusaha sukses.

"Cuma akhirnya gue memutuskan untuk mengubah dendam itu menjadi sebuah motivasi. Motivasi gue untuk membuktikan diri bahwa anak-anak muda Indonesia itu banyak banget yang bisa berkarya walaupun masih muda, gue perempuan tapi gue juga bisa lho berkarya," katanya.

"Jadi kata-kata yang cibiran dan segala macam itu semaunya justru jadi dorongan untuk memotivasi gue," imbuhnya.

Lebih lanjut, Putri menceritakan pula bagaimana membangun usahanya di bidang usaha kreatif dari tahun 2014 hingga menjadi sukses seperti saat ini. Menurutnya, semua itu tidak ia dapatkan secara instan dan membutuhkan proses yang panjang.

"Creativepreneur Corner ini awalnya temen-temen pas bikin pernah ditolak lebih dari 15 perusahaan, dibilang bahwa nggak akan jalan, karena mana ada orang yang mau nonton acara seperti ini," ujarnya.

"Habis itu seneng banget, akhirnya setelah 5 tahun, hampir udah nggak mau bikin lagi, akhirnya Creativepreneur Corner bisa menginspirasi lebih dari 60 ribu anak muda di Indonesia," sambung Putri. https://bit.ly/2OaCKzA

Menurut Putri, salah satu kunci kesuksesan dari usaha yang dirintis adalah mengikuti proses yang berjalan. Karena tidak ada usaha yang akan sukses secara instan.

"Semua itu tidak mulus, butuh proses, semua itu butuh proses, jadi kalau yang usahanya gagal jangan takut karena pasti akan mengalami kegagalan terlebih dahulu. Jadi aku bikin Creativepreneur Corner membutuhkan proses, proses yang sangat panjang," katanya.

"Pernah rugi? Pernah mogok bikin event? Pernah. Tapi gimana caranya bangkit lagi, adalah dengan kembali lagi ke tujuan awalnya. Jadi sebenarnya yang paling penting itu adalah punya dorongannya punya triggernya gitu, dan kita seneng banget, karena kita mendapat energi yang sangat luar biasa setiap bikin acara Creativepreneur Corner dan kedua gue punya tim yang luar biasa," imbuh Putri.

Selain itu, ia menyebut usia bukanlah halangan untuk merintis usaha melainkan bagaimana melihat peluang memanfaatkan peluang tersebut menjadi sebuah usaha. Seperti halnya melihat sebuah masalah menjadi sebuah peluang, dan mewujudkan solusi tersebut menjadi sebuah rintisan usaha.

"Karena pengusaha itu adalah orang yang bisa melihat peluang dan menciptakan peluang. Dan kunci yang paling penting adalah bagaimana anak muda punya enterpreneur mindset, seperti kreativitas berani berinovasi dan yang paling penting adalah kolaborasi, jangan sampai kompetisi menghalangi kolaborasi," ucapnya.

Putri menambahkan, bahwa semua orang memiliki racikan suksesnya sendiri. Ia mengaku bahwa saat masih kecil ingin meniru semua cara yang dilakukan ayahnya dalam memulai usaha, namun tidak bisa, karena ia merasa berbeda dengan cara yang ayahnya gunakan.

"Tapi gue banyak benget belajar dari bokap gue, dan senengnya adalah dari membuat Creativepreneur Corner bisa belajar banget dari pengusaha-pengusaha yang sangat luar biasa. Jadi bisa mengambil resep-resep mereka habis itu gue racik sendiri," ucapnya.

"Jadi, semuanya punya racikan sukses atau punya caranya masing-masing untuk bisa menjadi pengusaha atau meraih kesuksesan," imbuh Putri. https://bit.ly/35rdjQ1

Profil 7 Anak Muda yang Jadi Staf Khusus Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan tujuh staf khususnya. Semuanya anak muda. Ini adalah profil tujuh pemudi-pemuda itu.

Jokowi memperkenalkan mereka di beranda Istana Merdeka, Kamis (21/11/2019). Mereka duduk di bean bag aneka warna.

Para pemudi-pemuda Indonesia yang menjadi staf Jokowi ini rata-rata punya pendidikan moncer sampai luar negeri. Selain itu, mereka punya catatan aktivisme sosial lewat perusahaan yang memberdayakan masyarakat.

Berikut ini profil tujuh staf khusus Jokowi yang berasal dari kalangan milenial:

1. Adamas Belva Syah Devara, Founder dan CEO Ruang Guru

Adamas Belva Syah Devara (Belva) adalah anak muda pendiri Ruang Guru. Pria ini lahir di Jakarta, 30 Mei 1990, alias berumur 29 tahun saat ini.

Belva menempuh pendidikan di SMP Al Azhar 4 Jakarta dan melanjutkannya ke SMA Presiden serta mendapatkan beasiswa penuh sepanjang studi. Dia melanjutkan pendidikan tinggi ke negeri jiran, Nanyang Technological University, Singapura. Dia menempuh gelar ganda (double degree) Bisnis dan Ilmu Komputer. Dia juga mendapatkan beasiswa penuh untuk studi di Nanyang.

Sebagaimana dilansir dari profil Linkedin-nya, Belva sempat magang di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pada 2011, kurang dari setahun. Selanjutnya dia bekerja sebagai konsultan di McKinsey & Company pada 2011-2013. https://bit.ly/2XF9mVi

Belva kemudian melanjutkan pendidikannya di Stanford University, California, AS, pada 2013-2015. Dia menyabet gelar MBA (Master of Business Administration). Sekalian, dia juga menyabet gelar MPA (Master of Public Administration) dari Harvard University pada 2014-2016. Dia juga terdaftar (cross-registered) di Department of Urban Studies and Planning, Massachusetts Institute of Technology, pada 2015.

Pada Juli 2014, dia dan Muhammad Iman Usman mendirikan perusahaan rintisan bernama Ruang Guru. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi aplikasi belajar terkemuka di Indonesia. Dia mengaku punya 3.500 orang yang bekerja untuk Ruang Guru. Inovasi teknologi pendidikan ini membuat nama Belva semakin dikenal.

Dia mendapat sederet penghargaan, antara lain Promising Southeast Asian Entrepreneurs Under 30 Tahun 2016 dari Tech In Asia, Forbes 30 Under 30 pada 2017. Pada 2018, dia mendapatkan penghargaan ASEAN 40 Under 40 dan dinyatakan sebagai satu dari 40 orang berpengaruh di bawah usia 40 tahun di ASEAN. Dia juga menyabet penghargaan 40 Under 40, The Vanguards tahun 2018 dari Prestige Magazine, karena dianggap sebagai perintis teknologi di Indonesia.

2. Putri Tanjung, Founder dan CEO Creativepreneur

Putri Indahsari Tanjung lahir pada 22 September 1996. Kini dia berumur 23 tahun. Dia adalah putri sulung pengusaha nasional Chairul Tanjung.

Putri merupakan CEO Creativepreneur Event Creator, perusahaan penyelenggara acara (event organizer) yang didirikannya pada Desember 2011. Awalnya, perusahaan itu bernama El Paradiso.

Dilansir dari situsnya, Creativepreneur Event Creator bertujuan menyelenggarakan acara yang menghibur sekaligus menginspirasi anak muda.

Sebelum mendirikan CEO Creativepreneur Event Creator, Putri Tanjung pernah magang sebagai Marketing Assistant di MTV Asia selama dua bulan, yakni pada November dan Desember 2012.

Dilihat dari profil LinkedIn-nya, Putri dulu bersekolah di Anglo-Chinese Jakarta (2006-2011). Dia melanjutkan pendidikannya ke Australian International School Singapore (2012-2014).

Gelar sarjana dia raih dari Academy of Art University, jurusan Multimedia Communication, San Fransisco, AS (2015-2019). Semasa kuliah, Putri menjadi Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat Academy of Art University San Fransisco (Permias AAU). https://bit.ly/2QJcpuj