Sabtu, 23 November 2019

Direksi-Komisaris Pertamina dan Holding Tambang Dirombak Pekan Depan

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina (Persero) dan PT Inalum (Persero) atau MIND ID akan digelar dalam waktu dekat. Agenda rapat itu adalah perombakan di jajaran direksi maupun komisaris.

Demikian disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

"Perombakan direksi dan perombakan di komisaris, baik Inalum atau Pertamina," katanya.

Meski begitu, Arya masih enggan buka suara siapa saja yang diganti. Termasuk, ke mana Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akan ditempatkan.

Dia mengatakan, RUPSLB akan digelar paling cepat pekan depan. Namun, jika tak terlaksana akan digelar Desember 2019.

"Kalau bisa minggu depan, kalau nggak bisa bulan Desember," ujarnya.

Soal Inalum, kata dia, memang ada agenda RUPS hari ini. Namun, tidak memuat pergantian pengurus.

"Belum, hari ini hanya perubahan anggaran dasar, bukan pengurus," tutupnya.

Holding BUMN Tambang Gelar RUPS Hari Ini, Tunjuk Bos Baru?

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Inalum (Persero) atau MIND ID digelar hari ini, Jumat (22/11/2019). RUPS akan digelar pukul 15.00 WIB di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jakarta Pusat.

"Iya di kementerian nanti jam 3," kata Senior Vice President Corporate Secretary Inalum Rendi Witular kepada detikcom, Jumat (22/11/2019). https://bit.ly/35tjUJM

Rendi mengatakan, agenda RUPS ialah pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Inalum 2020. Saat disinggung soal agenda perubahan pengurus ia tak memberikan keterangan.

"Agendanya cuma RKAP 2020," ujar Rendi.

Sementara, pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN berencana merombak susunan pengurus 5 BUMN hingga akhir 2019. Salah satunya, MIND ID yang pucuk pimpinannya kosong karena ditinggal Budi Gunadi Sadikin menjadi Wakil Menteri BUMN.

Berdasarkan sumber detikcom di lingkungan Kementerian BUMN, ada tiga nama yang dicalon untuk mengisi kursi Direktur Utama MIND ID. Dari tiga nama tersebut, salah satunya dari kalangan internal yakni Wakil Direktur Utama PT Freeport Indonesia Orias Petrus Moedak, yang tak lain mantan Direktur Keuangan Inalum.

Kemudian, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dikabarkan juga masuk jajaran pengurus untuk mengisi jabatan komisaris. Meski begitu, keputusan itu tersebut tergantung Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku Ketua Tim Penilai Akhir (TPA). Kemudian, nama-nama itu ditetapkan dalam RUPS. Saat dikonfirmasi, kedua nama itu menepis.

Merapat ke Kantor Erick Thohir, Bos Telkomsel Irit Bicara

Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel, anak usaha dari PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Emma Sri Martini irit bicara mengenai hasil rapat yang berlangsung di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jakarta Pusat, siang ini.

Datang pukul 10.40 WIB, Emma meninggalkan kementerian sekitar pukul 11.40 WIB.

Ia mengatakan hanya bertemu dengan staf dan bicara mengenai perusahaan. Saat ditanya lebih lanjut, ia buru-buru masuk mobil dan meninggalkan lokasi

"Sama stafnya, soal Telkomsel," katanya singkat.

Emma datang ke Kantor Erick Thohir tak sendiri. Ia datang beberapa tamu undangan.

Belum jelas akan bertemu siapa Emma ke Kementerian BUMN. Saat tiba di kementerian, ia hanya bilang mau rapat.

"Mau meeting," katanya saat dikonfirmasi. https://bit.ly/2D8cb7M

Ahok Dapat PR dari Erick Thohir Rem Impor dan Genjot Bangun Kilang

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan alasan ditunjuknya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Erick memberikan pekerjaan rumah (PR) bagi Ahok untuk mengurangi impor migas.

"Kalau kenapa Pak Basuki di Pertamina apalagi didampingi Pak Wamen juga, saya rasa bagian terpenting bagaimana target-target Pertamina, bagaimana mengurangi impor migas harus tercapai ya, bukan berarti anti impor tapi mengurangi," kata dia di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Untuk mewujudkan hal tersebut, yang menjadi tantangan adalah pembangunan kilang minyak (refinery). Sosok Ahok sebagai 'pendobrak' diharapkan bisa memecahkan masalah tersebut.

"Nah proses-proses daripada pembangunan refinery ini sangat amat berat. Jadi saya perlu teamwork yang besar, tidak bisa hanya dirut saja. Harus bagi tugas semua. Nah karena itu lah kemarin kenapa kita juga mau orang yang pendobrak," ujarnya. https://bit.ly/2D6aw2R

Namun, Erick menekankan bahwa pendobrak yang dimaksud jangan diartikan sebagai sikap marah-marah. Dia yakin Ahok sosok yang berbeda.

"Pendobrak bukan marah-marah. Saya rasa Pak Basuki berbeda. Pak Ahok berbeda ya. Jadi kita perlu figur yang pendobrak supaya ini semua seusai dengan target," tambahnya.

Ditunjuk Jadi Komut Pertamina, Ahok: Saya Akan Bekerja dengan Baik

Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Ahok berjanji akan bekerja dengan baik.

Saat dikonfirmasi, Ahok belum mengetahui langsung soal penunjukan dirinya menjadi Komisaris Utama Pertamina. Dia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Erick Thohir.

"Terima kasih atas kepercayaan beliau," kata Ahok saat dikonfirmasi, Jumat (22/11/2019).

"Saya akan bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan harapan beliau," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Ahok akan menggantikan Tanri Abeng.

"Pak Basuki akan jadi Komisaris Utama di Pertamina," ujar Erick di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Sah! Erick Thohir Sebut Ahok akan Jadi Komut Pertamina

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Ahok akan menggantikan Tanri Abeng.

"Pak Basuki akan jadi Komisaris Utama di Pertamina," ujar Erick di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Nama Ahok belakangan santer dikabarkan menjadi petinggi di BUMN migas tersebut. Ahok juga sempat datang ke Kementerian BUMN dan bertemu langsung dengan Erick Thohir.

"Intinya kita bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan menjadi salah satu (petinggi) BUMN. Gitu aja. Jabatannya apa BUMN mana saya nggak tahu, mesti tanya ke pak menteri. Itu aja sih," ujar Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019). https://bit.ly/33iCx1T