Sabtu, 23 November 2019

Menag Fachrul: Wajah UAS Ini Wajah Orang Baik, Insyaallah Bisa Duduk Bersama

 Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi menegaskan dirinya tetap akan merangkul semua komponen masyarakat untuk kepentingan bangsa. Bahkan dia tak segan-segan untuk bersilaturahmi dengan penceramah kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS), yang kerap dianggap kontroversial.

"Boleh saja bertemu Ustaz Somad, saya tahu kita semua termasuk dia juga berjuang untuk bangsa dan negara ini kok. Meskipun ya saya mengingatkan dia juga kalau ada satu dua butir ceramahnya yang menurut saya tidak pas. Kewajiban saya juga untuk menyampaikan itu," kata Fachrul Razi saat berbincang dengan Tim Blak-blakan detikcom.

Pria asal Aceh ini melihat wajah UAS sebagai wajah orang baik. Dia percaya UAS memiliki visi yang baik dan bisa diajak duduk bersama.

"Saya melihat wajah Ustaz Somad itu wajah orang baik dan punya misi yang baik. Insyaallah kita bisa duduk bersama," lanjutnya.

Lebih lanjut, Fachrul mengatakan akan mengatur waktu untuk bertemu langsung dengan UAS. Dia siap bertemu dengan UAS kapan pun dan di mana pun.

"Kapan waktu pertemuannya, nanti akan diatur. Disesuaikan dengan agenda kerja yang ada. Kan kita ada skala prioritas. Tapi anytime mau ketemuan di mana saja saya siap. Saya suka kok bertemu ustaz-ustaz, karena banyak ilmu yang bisa kita ambil. Silaturahmi itu kan baik, menambah teman," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Fachrul Razi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menag pada Rabu (23/10/2019). Dengan latar belakang militernya, Fachrul Razi dianggap mampu menumpas radikalisme di Indonesia. Fachrul juga akan mengurus ekonomi umat hingga haji.

"Ke-9, Bapak Jenderal Fachrul Razi sebagai Menteri Agama. Ini urusan (Menag) berkaitan dengan radikalisme, ekonomi umat, industri halal saya kira, dan terutama haji berada di bawah beliau," ujar Jokowi saat mengenalkan menteri Kabinet Indonesia Maju di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10). https://bit.ly/2D62AOW

Ketua KPK: Pegawai Undang UAS Diperiksa Semata Terkait Tak Patuhi Pimpinan

Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan alasan dilakukannya pemeriksaan terhadap pegawai KPK yang mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk mengisi tausiah di lembaga antikorupsi itu. Menurut Agus, pegawai yang mengundang diduga tidak patuh atau ada insubordinasi dengan pimpinan.

"Pemeriksaan semata adanya kemungkinan insubordinasi staf KPK kepada pimpinannya," kata Agus, Jumat (22/11/2019) malam.

Agus mengatakan sebenarnya pimpinan KPK yang beragama Islam, yakni dirinya dan Laode M Syarif sudah diberitahu oleh pegawai yang merupakan salah satu pengurus Badan Amal Islam KPK (BAIK) soal rencana tausiah oleh UAS. Agus mengatakan dirinya dan Syarif langsung melarang.

"Kenapa pemeriksaan perlu dilakukan kepada staf KPK yang mengundang UAS? Karena, malam sebelumnya, salah satu pengurus BAIK (Badan Amal Islam KPK), memberitahu dua pimpinan yang beragama Islam, tentang kedatangan UAS dalam kajian zuhur di KPK. Kami berdua melarang, UAS diundang," ujar Agus.

Agus juga menjelaskan alasan dirinya dan Syarif melarang pegawai tersebut mengundang UAS. Salah satunya terkait UAS yang pernah menimbulkan kontroversi di masyarakat.

"Masalahnya, UAS dalam perjalanannya pernah menimbulkan kontroversi di masyarakat. Insan KPK tidak boleh memelihara kontroversi seperti itu terus berlangsung. Malah, seharusnya insan KPK wajib membantu menghapus dan melupakan kontroversi seperti itu," ucap Agus. https://bit.ly/2rkbYM6

Ustaz Riza Muhammad Ditahan di Imigrasi Hong Kong Sejak Pagi


Ustaz Riza Muhammad bertolak ke Hong Kong hari ini, Sabtu (23/11/2019). Ia diundang untuk mengisi acara bertema Maulid Nabi Muhammad SAW.

Namun saat tiba di sana ia justru dilarang keluar dari bandara karena ada permasalahan di imigrasi. Hingga kini ustaz Riza masih berada di ruang imigrasi bandara.

"(Ditahan) dari jam 6 pagi," ungkapnya lewat sambungan telepon kepada detikcom.

Tak sendiri, Riza Muhammad didampingi oleh seorang asistennya. Pencekalan yang dialami Riza Muhammad pun membawanya harus segera pulang lagi ke Indonesia dan gagal mengisi acara tersebut.

"Ini lagi nunggu refusal notice, surat penolakan," tutur Riza Muhammad.

Mirip UAS, Ustaz Riza Muhammad Ditahan Imigrasi Hong Kong

Kabar tak mengenakan datang dari ustaz Riza Muhammad. Bermaksud mengisi ceramah di Hong Kong, ia malah tertahan di imigrasi bandara dan seakan dipersulit memasuki negara tersebut.

"Sekarang saya masih di imigrasi saya sama asisten. Saya berdua. Saya nggak lolos. Lucunya asisten saya lolos," ujar ustaz Riza Muhammad kepada detikcom, Sabtu (23/11/2019).

Ustaz Riza jelas kebingungan dengan perlakuan imigrasi Hong Kong terhadapnya. Namun saat ditanya, pihak mereka hanya melontarkan jawaban tak jelas.

"Mereka bilang ini wewenang negara untuk menolak dan menerima orang masuk ke Hong Kong," sambungnya lagi.

Barang bawaannya pun diperiksa. Semuanya dimasukkan ke loker, kecuali ponsel miliknya.

Rencananya, ustaz Riza Muhammad akan mengisi ceramah untuk besok siang. Kelanjutan kabar ini masih menunggu konfirmasi selanjutnya dari sang pemuka agama.

Sementara itu pada akhir Desember 2017 lalu, ustaz Abdul Somad juga batal mengisi acara di Hong Kong karena di tahan pihak imigrasi bandara. Sejak keluar dari pesawat ia pun langsung diamankan oleh petugas di sana. Akibatnya, ia pun gagal mengisi ceramah untuk para TKI dan kembali ke Tanah Air.

Cerita Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Hong Kong

Ustaz Abdul Somad mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan ketika berkunjung ke Hong Kong. Dia 'dideportasi' oleh sejumlah orang begitu tiba di bandara.

"Mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima saya. Itu saja, tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta," kata Ustaz Somad.

Hal itu disampaikan Ustaz Somad melalui fanspage facebooknya pada Minggu, (24/12/2017). Berikut pernyataan klarifikasi Ustaz Abdul Somad selengkapnya. https://bit.ly/2KKrcRw

Klarifikasi Tentang Kunjungan ke Hong Kong

1. Saya sampai di Hongkong pukul 15.00 WIB (jam tangan belum saya rubah).

2. Keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang kami dan menarik kami secara terpisah, saya, Suadara Dayat dan Saudara Nawir.

3. Mereka meminta saya buka dompet. Membuka semua kartu-kartu yang ada. Diantara yang lama mereka tanya adalah kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme, karena ada logo bintang dan tulisan Arab.

4. Mereka tanya-tanya identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik. Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim lengkap dengan latar belakang pendidikan saya.

5. Lebih kurang 30 menit berlalu. Mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima saya. Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta.

6. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Qaddarallah, ada hikmah di balik itu semua.

7. Kepada sahabat-sahabat panitia jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan da'wah.

8. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat-sahabat pahlawan devisa negara di Hong Kong.

9. Semoga tulisan singkat ini mampu menjadi klarifikasi.

6 Rabiul Akhir 1439
24 Desember 2017