Jumat, 22 November 2019

Siapa Eduardo Almeida, Pelatih Baru Semen Padang?

Semen Padang telah menunjuk Eduardo Almeida sebagai pelatih baru. Juru taktik asal Portugal itu diketahui pernah menangani tim muda Benfica.

Almeida sudah tiba di Padang pada Kamis (12/9/2019) sore. Pelatih berusia 41 tahun itu langsung memantau latihan tim Kabau Sirah di Lapangan Indarung.

Almeida memulai kariernya melatih di 2001 dengan menjadi asisten pelatih Benfica U-16 selama tiga tahun. Selanjutnya, Almeida menjajal peruntungannya dengan melatih Uniao Almeirim U-19, lalu kembali asisten pelatih di Atletico do Cacem dan South China.

Almeida semakin memperkaya pengalamannya dengan kembali membesut tim senior Atletico do Cacem, African Lyon. Sejak 2012, Almeida melatih tim senior A.S.C, T-Team, Kozarminsleny, African Lyon, Lanexang United, Pinhalnovense, Angrense, Melaka United, dan Ubon United.

Di Semen Padang, Almeida dituntut bisa menyelamatkan tim dari zona degradasi di Liga 1 2019. Saat ini Semen Padang menempati peringat terbawah klasemen Liga 1 dengan koleksi 11 poin hasil 16 pertandingan.

"Kita lihat dia (Eduardo) pelatih yang bagus dan juga sudah mengetahui banyak tentang Semen Padang FC. Mungkin selama ini sudah melihat info, searching berita tentang tim. Kita harapkan dia akan memiliki metode tersendiri untuk membangun tim dengan dibantu tim pelatih yang ada dan bisa membawa tim ini keluar dari zona degradasi," kata CEO Semen Padang, Hasfi Rafiq.

"Eduardo tentunya membutuhkan waktu untuk bisa menyusun tim sesuai dengan formasi yang diinginkannnya. Selain itu, Eduardo baru akan dikenalkan beberapa hari ke depan setelah semua dokumennya beres," tambah dia. https://bit.ly/33b6uAw

Lawan Semen Padang, PSS Tak Mau Terkecoh Posisi Klasemen Liga 1

 PSS Sleman menyambangi markas Semen Padang di lanjutan Liga 1 2019. Laskar Sembada tak mau terkecoh dengan posisi Kabau Sirah di klasemen.

Semen Padang vs PSS Sleman dihelat di Stadion H. Agus Salim, Jumat (13/9/2019) pukul 15.30 WIB. PSS dan Semen Padang terpisah jarak yang cukup jauh di klasemen Liga 1.

PSS ada di posisi ketujuh klasemen Liga 1 dengan raihan 24 angka. Sementara itu, Semen Padang masih di dasar klasemen dengan koleksi 11 poin dari 16 pertandingan.

"Saya tidak akan melihat klasemen. Kompetisi musim ini cukup berat. Maksud saya, kalau dilihat klasemen yang dibawah dan diatas, cara bermainnya hampir sama. Mungkin hanya faktor keberuntungan saja. Saya tidak akan pernah melihat Semen Padang ada di bawah, tapi bagaimana Semen Padang bermain," kata pelatih PSS, Seto Nurdiantoto, dalam sesi jumpa pewarta sebelum laga.

PSS cuma membawa 17 pemain untuk lawatan ke Padang. Kondisi kebugaran beberapa pemain PSS yang kurang fit menjadi halangan.

"Kami memang hanya membawa 17 pemain. Hanya ini yang siap, karena beberapa diantaranya cedera sehingga tak bisa ikut bermain," katanya.

Ia mewaspadai motivasi Semen Padang yang ingin segera keluar dari zona degradasi. Ia menganggap tim Kabau Sirah sebagai tim yang bagus dan solid.

"Semen Padang Bisa menahan imbang Madura di partai tandang. Lawan (Persela) Lamongan bisa menang, sementara kami melawan Lamongan hanya seri di kandang. Ini yang harus diwaspadai. Kita akan berusaha curi poin disini," kata Seto lagi. https://bit.ly/35qzaai

Imbang Lawan Madura United, Pertahanan PSS Sedikit Kacau

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, menyebut menyoroti sisi pertahanan timnya usai bermain seri dengan Madura United. Pertahanan Laskar Sembada dinilai kacau.

Di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (29/9/2019), PSS vs Madura United di lanjutan Liga 1 selesai 2-2. Sape Kerrap dua ali unggul via sepasang gol Alberto Goncalves. PSS menyamakan kedudukan via Haris Tuharea dan Brian Ferreira.

"Hasil 2-2 ini bagaimanapun secara pribadi saya syukuri, artinya 1 poin juga penting. Tapi di tuan rumah jangan berlanjut, harapan saya seperti itu," ucap Seto saat jumpa pers di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Minggu (29/9/2019).

Seto menyebut, belum berhasilnya meraih poin penuh dari Madura United karena kualitas pemainnya masih kalah dari pemain Madura United. Selain itu, ia menyebut 2 gol yang lahir karena sisi pertahanan timnya mengalami sedikit masalah.

"Pertandingan cukup seru walaupun kami memang kalah kualitas, dari sisi permainan dan sisi pemain. Kalau kita lihat cadangannya, dari Madura (United) mungkin tim intinya di atas tim intinya kami, tapi ini kami syukuri," ucapnya.

"Lalu di babak pertama kami sedikit kacau untuk pertahanan, karena memberi kelonggaran, mereka bermain sangat terorganisasi dan dewasa, ini menjadi pembelajaran. Dan babak kedua kami coba perbaiki sisi pertahanan, sambil kita cari peluang untuk kemenangan," imbuh Seto.

Karena itu, Seto menyebut akan melakukan perbaikan khususnya di lini belakang tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut. Selain itu, ia meminta maaf karena belum bisa mempersembahkan kemenangan untuk para supporter.

"Pertandingan ini kami banyak belajar, dari sisi cara bermain akan diperbaiki. Tapi bagaimanapun ini (hasil) saya syukuri, terimakasih untuk kerja kerasnya para pemain," katanya.

"Dan maaf untuk supporter belum bisa mempersembahkan kemenangan di tuan rumah (kandang), di putaran kedua," sambung Seto.

Sementara itu, pemain PSS Sleman, Irkham Zahrul Milla mengatakan, bahwa ia kecewa dengan hasil imbang tersebut. Kendati demikian, hasil pertandingan hari ini akan dijadikan pembelajaran untuk menatap laga selanjutnya.

"Dengan hasil 2-2 ini saya pribadi mungkin sedikit kecewa, tapi mungkin ini hasil terbaik untuk kedua tim. Itu (hasil imbang di kandang) membuat kita untuk belajar lagi dan menatap pertandingan ke depan, dan minta maaf untuk supporter karena belum bisa mempersembahkan kemenangan," ucap Milla. https://bit.ly/37tufr1

Takluk dari PSS, Akhir Pahit Weliansyah Jadi Pelatih Kepala Semen Padang

 Semen Padang menelan kekalahan dari PSS Sleman di lanjutan Liga 1 2019. Hasil itu menjadi akhir pahit Weliansyah sebagai pelatih kepala Kabau Sirah.

Di Stadion H. Agus Salim, Jumat (13/9/2019), Semen Padang menelan kekalahan 0-1 dari Super Elang Jawa. Sidik Saimima yang menjadi penyebab kekalahan Semen Padang.

Kekalahan ini juga menjadi catatan negatif bagi Weliansyah yang akan segera menanggalkan posisi sebagaipPelatih kepala Kabau Sirah, karena manajemen Semen Padang FC sudah mendatangkan pelatih baru asal Portugal bernama Eduardo Almeida.

"Hasilnya sangat tidak menyenangkan. Tapi saya apresiasi pemain yang bisa menciptakan peluang, namun tidak menghasilkan gol. Inilah sepakbola," kata Weli usai pertandingan.

Ia menyatakan, kekalahan itu akan menjadi bahan evaluasi. "Sudah ada pelatih baru yang akan mengevaluasi kerja ini, termasuk soal pemain asing. Ada pelatih baru, dia lebih tahu. saya tidak bisa memutuskan. Nanti kita bicara dengan pelatih baru," kata Weli.

Ia berharap kehadiran pelatih baru nantinya bisa mengangkat prestasi tim. "Ayo support bersama-sama. Saya balik lagi ke manajemen. Saya karyawan dan ditempatkan dimana saja, semuanya dari Semen Padang. Apapun nanti, saya siap ditempatkan dimanapun," jelas dia.

Terkait kekalahan, ia mengakui sulitnya mengembangkan permainan karena ketiadaan stok pemain, apalagi striker. Satu-satunya stiker yang dimiliki tim, Karl Max masih belum bergabung karena sedang membela negaranya, Timnas Chad.

"Tidak ada pemain lagi. stoknya cuma itu yang bisa kita mainkan, sehingga sulit mengembangkan permainan. Kita butuh pemain. Irsyad bukan striker, Boaz bukan winger tapi kita paksakan.
Ini ke depannya yang akan kita bahas," kata Weli.

"Sulit mencari pemain lokal. Sangat sulit sekali. semuanya kita lakukan. Mutunya, apalagi untuk striker. Sulit sekali untuk saat ini," katanya lagi.

Bek Semen Padang, Muhammad Rifqi juga menganggap persoalan striker menjadi hal krusial di tim kebanggaan urang awak itu.

"Tanpa dukungan striker, sulit mengembangkan permainan. Jadi walaupun ada pelatih baru, tetap saja akan kesulitan," jelas Rifqi. https://bit.ly/35rnSTn