Jumat, 22 November 2019

Awan Setho Lapang Dada Dicoret dari Timnas SEA Games 2019

Kiper Awan Setho Raharjo dicoret dari Timnas Indonesia U-23 menuju SEA Games 2019. Dia menerima keputusan itu dan siap kerja keras lagi dengan klubnya.

Awan tak dibawa ke Filipina oleh Indra Sjafri. Hal itu terungkap pada daftar pemain yang dirilis, Rabu (20/11/2019).

Selain Awan, tiga pemain lain yang dicoret yaitu Muhammad Lutfi Kamal Baharsyah (Mitra Kukar), Gian Zola Nasrullah Nugraha (Persib Bandung), Kadek Agung Widnyana Putra (Bali United).

Merespons keputusan tersebut Awan legawa meski tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.

"Ya, tak apa-apa. Sudah keputusan atasan ya tak apa-apa," kata Awan kepada detikSport, dalam sambungan telepon Rabu (20/11/2019).

"Pasti (kecewa) sih tapi mau bagaimana lagi sudah (menjadi) keputusan," dia menambahkan.

Awan menyadari persaingan di dalam timnas cukup lah ketat. Untuk itu, ia berjanji akan lebih kerja keras untuk membuktikan di ajang lainnya. https://bit.ly/37pnjet

"Ya memang persaingan di dalam tim memang ketat. Saya harus lebih kerja keras lagi dan buktikan lagi," dia mengungkapkan.

Dengan dicoretnya Awan, Timnas U-23 kini hanya terdiri dari Nadeo Arga Winata dan Muhammad Riyandi.

"Semoga teman-teman berprestasi. Saya yakin dengan skuat yang ada garuda muda bisa memberikan hasil terbaik," ujarnya.

Alasan Paul Munster Parkir Awan Setho Raharjo

Pelatih Bhayangkara FC Paul Christopher Munster punya alasan khusus tak memainkan Awan Setho sejak memimpin The Guardian. Apa alasan Munster?

Paul resmi menukangi Bhayangkara FC sejak putaran kedua Liga 1 2019. Pemilihannya untuk menggantikan Alfredo Vera karena dianggap tidak memperlihatkan indikasi bisa memenuhi target Liga 1.

Laga perdana Paul dengan Bhayangkara saat menghadapi Bali United di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, pada 13 September. Saat itu, Paul menetapkan Wahyu Tri Nugroho sebagai penjaga gawang dan hasilnya imbang 0-0.

Paul pun tetap menurunkan Wahyu sampai di empat laga berikutnya, yakni saat berhadapan dengan PS Barito Putera (menang 1-4), Borneo FC (1-1), Persela Lamongan (1-1), dan PS Sleman yang berakhir kalah 0-2 di kandang Bhayangkara pada Jumat (4/10/2019).

Padahal, era Alfredo Vera dan Simon Mcmenemy, Awan Setho Raharjo, selalu menjadi pilihan pertama kiper di setiap laga yang dipertandingan kandang maupun tandang. Satu-satunya alasan Awan tak diturunkan lantaran dipanggil Timnas untuk mengikuti pemusatan latihan nasional.

"Awan habis cedera dan kondisinya belum sepenuhnya membaik," kata Paul di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019).

Awan menderita cedera saat menjalani sesi latihan bersama klub pada Agustus lalu. Belum pulihnya cedera yang dialaminya membuat Awan tidak disertakan dalam Timnas senior. Dia digantikan Teja Paku Alam. https://bit.ly/3479MpU

Jelang SEA Games 2019, Indra Sjafri Tempa Mental Juara Garuda Muda

 Timnas Indonesia U-23 tengah bersiap menuju SEA Games 2019. Indra Sjafri memaparkan persiapan Garuda Muda nyaris rampung, tinggal menempa mental.

SEA Games 2019 berlangsung di Filipina mulai 30 November hingga 11 Desember 2019. Cabang olahraga sepakbola kickoff duluan, mulai bertanding 25 November.

Timnas U-23 bertolak ke Manila, Kamis (21/11) siang. Egy Maulana Vikri cs berangkat lebih awal agar bisa beradaptasi.

"90 persen persiapan sudah beres, tinggal bagaimana para pemain mempersiapkan diri di ajang SEA Games kali ini. Minggu-minggu ini kami lebih menekankan kepada pembentukan mental juara anak-anak," kata Indra Sjafri kepada detikSport.

Indonesia tergabung dalam Grup B SEA Games 2019 di Filipina. Witan Sulaeman dkk bakal bersaing dengan Vietnam, Thailand, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam untuk memperebutkan tiket ke semifinal.

Meski harus berada di grup yang cukup berat, hal tersebut diakui coach Indra bukan menjadi halangan. Baginya, itu menjadi tantangan bagi Timnas U-23 agar mampu menapaki tangga juara, yang terakhir kali merengkuh emas sepakbola SEA Games pada 1991.

"Saya menyukai tantangan, oleh karena itu dalam proses rekrutmen pemain kali ini saya cukup selektif. Saya ingin pemain yang tidak hanya modal skill saja, tapi juga punya mental juara yang kuat dan siap menghadapi lawan-lawan tangguh," kata pelatih berusia 56 tahun itu.

"Tidak hanya itu, saya juga mengambil pemain-pemain yang punya integritas dan konsistensi di lapangan. Insya Allah dengan mental dan skill yang matang, kami bisa mengubah 'grup neraka' menjadi 'grup surga' hingga meraih medali emas di sana," ujarnya.

Indonesia menghadapi Thailand di laga pertamanya di Grup B SEA Games 2019. Pertandingan itu berlangsung di Rizal Memorial Stadium pada 26 November. https://bit.ly/37uIHyY

Nurhidayat Optimistis Timnas U-23 Gapai Emas di SEA Games 2019

 Nurhidayat Haji Haris bangga bukan main bisa terpilih dalam skuat Timnas Indonesia U-23 untuk SEA Games 2019. Dia optimistis bisa membawa pulang medali emas.

Nurhidayat masuk dalam daftar 20 pemain yang dibawa Timnas Indonesia U-23 untuk SEA Games 2019. Dia dipilih bersama bek lainnya, Bagas Adi Nugroho dan Sani Rizki Fauzi (gelandang), yang juga berasal dari Bhayangkara FC.

"Alhamdulillah sangat senang bisa masuk di skuad SEA Games dan sekarang saya fokus buat di SEA Games," kata Nurhidayat kepada pewarta, dalam sambungan telepon Rabu (20/11/2019).

Bagi Nurhidayat, pemain yang sudah ditetapkan pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri, merupakan skuat terbaik. Dia pun optimistis bisa meraih medali emas. Terakhir kali prestasi tersebut didapatkan Garuda Muda pada 1991 Manila.

"Ya kami sangat optimistis meraih medali emas karena itulah target kami," kata Nurhidayat.

Di SEA Games 2019, Indonesia berada di Grup B bersama Thailand, Vietnam, Laos, Singapura dan Brunei Darussalam. Indonesia akan menghadapi Thailand di laga pertama pada 26 November 2019. Menyoal bakal diturunkan dia di laga pertama lawan Thailand. Nurhidayat tak ingin berspekulasi.

"Semua pemain belakang bagus dan itu tergantung pelatih mau mainkan siapa," ujarnya. https://bit.ly/2D8CXwS