Jumat, 22 November 2019

Osas Saha Gagal Penalti, Yeyen: Maradona dan Messi Juga Pernah Gagal

Osas Saha gagal mencetak gol dari titik penalti saat Indonesia dikalahkan oleh Malaysia. Caretaker Tim Garuda, Yeyen Tumena, mencoba membela anak asuhnya tersebut.

Indonesia kembali takluk di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022. Di Stadion Nasional Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019) malam WIB, Yanto Basna dkk tumbang 0-2 lewat dwigol Muhammad Safawi Rashid di menit ke-30 dan 73.

Saat tertinggal dua gol, Indonesia sebetulnya punya momentum untuk bangkit di menit ke-82, saat Febri Haryadi dijatuhkan oleh Farizal Marlias di kotak penalti. Namun Osas Saha yang menjadi eksekutor penalti gagal mencetak gol setelah sepakannya diamankan Farizal.

Kegagalan penalti itu diakui Yeyen memupus harapan Indonesia untuk comeback. Tapi ia juga tak mau menyalahkan striker Tira-Persikabo tersebut.

"(Mengenai kegagalan penalti Osas), semua pemain bisa gagal dalam melakukan eksekusi penalti. (Diego) Maradona dan (Lionel) Messi pun juga pernah gagal," ujar Yeyen dalam konferensi pers usai laga.

"Tapi kalau dibilang momen (penalti) itu adalah momen kebangkitan, saya rasa juga sama, saya setuju." https://bit.ly/2D34P5J

"Tapi apapun itu, pertandingan hanya 90 menit dan hasil sudah ada, kita tidak bisa mengubahnya," kata Yeyen menambahkan.

Buang-buang Peluang, Indonesia Dibungkam Malaysia (Lagi)

 Indonesia kalah lagi dari Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Winger Febri Hariyadi menyebut skuad Garuda banyak membuang-buang peluang.

Di Stadium Nasional Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019), Yanto Basna dkk takluk 0-2 dari Harimau Malaya. Dua gol dari Safawi Rashid di menit ke-30 dan 73 membuat Indonesia menelan kekalahan kelimanya di kualifikasi.

Pada laga ini, Indonesia sebetulnya mampu membahayakan pertahanan Malaysia. Sejumlah peluang berhasil diciptakan melalui Febri, Bayu Pradana, Greg Nwokolo, hingga penalti dari Osas Saha. Namun, tak ada yang berbuah gol.

"Tentu kami tahu bahwa hasilnya juga tidak puas, sungguh mengecewakan. Tapi, kami para pemain di lapangan sudah bekerja keras dan peluang juga banyak, tapi kami gagal memanfaatkan peluang sehingga kami kalah di pertandingan malam ini," ujar Febri, dalam rilis yang diterima detikSport.

Febri juga menyesali kegagalannya mencetak gol. Ia sempat mendapat peluang emas di babak pertama yakni berhadapan satu lawan satu dengan kiper Malaysia, Khairulazhan. Namun, sepakannya justru berhasil dihalau.

"Saya dapat peluang di babak pertama itu, di menit 20-an ya. Kembali, mungkin momentum yang mungkin kurang bisa saya maksimalkan sehingga akhirnya tidak terjadi gol. Saya akui memang lambat di momen itu sehingga tidak bisa memaksimalkan peluang yang ada," sambung pemain Persib Bandung ini.

Kekalahan ini menjadi yang kedua diderita Indonesia dari Malaysia. Ketika bertandiing di Jakarta, 5 September, Indonesia juga kalah 2-3. https://bit.ly/37r68cx

Menpora Malaysia Perintahkan Usut Pemukulan Suporter Indonesia

 Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, meminta polisi mengusut kasus pemukulan suporter Indonesia oleh pendukung Malaysia. Ia berjanji akan adil.

Video pemukulan yang dialami sekelompok pendukung Indonesia di Malaysia beredar luas di media sosial. Suporter Garuda memang berangkat ke negara tetangga untuk menonton Timnas Malaysia vs Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2022, Selasa (19/11/2019).

Dalam video tersebut, terlihat dua orang suporter Indonesia dihajar oleh sekelompok pendukung Malaysia.

Syed Syaddiq, lewat Twitter resminya, mengomentari masalah tersebut. Ia berjanji akan memerintahkan Polis Diraja Malaysia untuk mengusut kejadian ini secara transparan dan adil.

"Saya sudah perintahkan kepada Kepolisian untuk mengusutnya. Kalau ada pihak yang dipukul, tolong suruh ia buat laporan ke polisi," cuit Syed Saddiq.

"Kami akan pastikan ada pengusutan yang tepat dan transparan. Keadilan adalah untuk semua, terlepas dari Malaysia atau Indonesia," tulisnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia, mendesak Malaysia untuk meminta maaf. Menpora juga akan berbicara dengan PSSI. https://bit.ly/2re5qyI

PSSI Kutuk Aksi Kekerasan Pendukung Malaysia ke Suporter Indonesia

 PSSI mengutuk tindakan anarkis suporter tuan rumah saat Indonesia melawat di Malaysia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka akan ambil tindakan.

Laga Malaysia dengan Indonesia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia sudah digelar di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019). Tapi belakangan beredar video suporter Merah Putih diganggu oleh tuan rumah. Salah satunya pelemparan baut pada saat laga berlangsung.

Tak berhenti di sana, juga beredar video suporter Malaysia yang melakukan sweeping di luar area stadion. Dalam video tersebut terekam aksi anarkis kepada suporter Indonesia yang dilakukan oleh sejumlah oknum tuan rumah.

Merespons hal tersebut, Kemenpora melalui Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, sempat berencana meminta penjelasan kepada PSSI. Kebetulan, mereka ada pertemuan terkait Piala Dunia U-20 2020 di Kemenpora pada Kamis (21/11).

Namun ternyata komunikasi soal laporan suporter rusuh tak dibahas sama sekali.

"Tidak ada, tidak ada (dibahas dengan Bapak Gatot S. Dewa Broto). Kami untuk hal-hal demikian serahkan secara hukum. Jangan kita mengomentari ini di depan publik," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, kepada pewarta, di Kantor Kemenpora, Senayan, Kamis (21/11/2019).

"Pasti kami mengutuk hal demikian (tindakan anarkis suporter). Pasti kami akan tindak lanjut tapi itu bukan yang kami (jadi) berperang di media," dia menambahkan.

Lagipula, kata Tisha, ini bukan wewenangnya untuk mengomentari. Ironis, padahal Tisha adalah Sekretaris Jenderal PSSI.

"Ini bukan wewenang saya buat komentar biar nanti ketua umum (Mochamad Iriawan) yang bicara. Saya hanya soal teknis, biar Ketum saja," tegas dia. https://bit.ly/2ODOz0c