Jumat, 22 November 2019

Titiek Soeharto Hormati Pilihan Menhan Prabowo

Titiek Soeharto menghormati pilihan Prabowo Subianto yang ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Titiek mengapresiasi pilihan Prabowo, meskipun dirinya kini bernaung di partai luar pemerintah.

Sebagaimana diketahui, wanita yang bernama lengkap Siti Hediati Hariadi ini sekarang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya. Partai Berkarya termasuk partai yang berada di luar koalisi pemerintah.

Meskipun kini Titiek berbeda pilihan dengan Prabowo, dia mengapresiasi langkah Prabowo. Dia berharap Prabowo bisa memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia.

"Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat, kelihatannya sambutannya baik ya, ya mudah-mudahan bermanfaatlah," kata Titiek usai pertemuan Berkarya-PKS di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

Putri presiden ke-2 RI, Soeharto, ini mengaku yakin pilihan Prabowo bergabung ke kabinet Presiden Jokowi semata-mata untuk mengabdi ke rakyat. Dia bahkan menyebut Prabowo memiliki 'jiwa Merah Putih'.


"Yang penting kita ketahui Pak Prabowo itu di mana pun, mau di 01 mau di 02, dadanya 'Merah Putih'. Jadi semua pengabdian untuk rakyat," tuturnya. https://bit.ly/2KKvjNA

Titiek pun mengaku sempat dikabari oleh Prabowo ketika ditunjuk oleh Jokowi sebagai Menhan. "Ya kabarin, kabarin," ungkap Titiek.

Diketahui, Titiek menikah dengan Prabowo pada Mei 1983. Titiek dan Prabowo dianugerahi seorang putra bernama Ragowo Hediprasetyo atau Didit Prabowo. Pada Pilpres 2019, Berkarya jadi salah satu parpol yang mendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

Hal senada dikatakan Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto, yang juga adik kandung Titiek Soeharto. Tommy mengaku menghargai pilihan Prabowo menerima jabatan Menhan.

"Kalau mengenai Pak Prabowo, saya kira hak prerogatif beliau sendiri. Ya itu kan (koalisi) sudah selesai. Karena sudah selesai, Gerindra kemudian memutuskan ketumnya menjadi bagian daripada kabinet yang ada sebagai Menhan, itu tentunya hak prerogatif yang bersangkutan," ucap Tommy saat tanya-jawab konferensi pers.

Tommy tak kecewa atas pilihan Prabowo. Menurutnya, hal seperti itu biasa dalam dunia politik. "Tentunya tidak (kecewa), dalam politik kita harus terima kenyataan yang ada," ujar Tommy.

Sebelumnya, sehari usai dilantik pada Rabu (23/10) sebagai Menhan, Prabowo menyatakan akan berusaha berbuat yang terbaik. Prabowo mengaku dirinya diingatkan oleh mantan Menhan Ryamizard Ryacudu tentang beratnya tugas Menhan.

"Saya akan berusaha berbuat terbaik. Tadi beliau ingatkan kepada saya tugas Menhan sangat berat. Harus ikut membantu presiden di bidang menjaga kedaulatan," kata Prabowo di kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (24/10). https://bit.ly/2ObqMGb

Prabowo Tawarkan Alutsista RI ke Asing, Poyuono: Apa BUMN Kita Siap?

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjajaki kemungkinan kerja sama di bidang pertahanan dengan Republik Ghana. Prabowo menawarkan Industri pertahanan Indonesia, seperti PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT DI, dan PT Len Industri.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono justru mempertanyakan kesiapan industri persenjataan nasional di tengah kondisi BUMN pertahanan nasional.

"Pertanyaannya, apakah BUMN produsen alutsista kita siap?" kata Poyuono dalam keterangannya, Jumat (22/11/2019).

Ia mengatakan, BUMN produsen alutsista identik dengan kasus korupsi. menurutnya, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari BUMN produsen alutsista dalam negeri.

"Berdasarkan data data yang ada BUMN produsen alutsista adalah BUMN yang lameduck dan banyak sekali di korupsi selama ini, misalnya PT Pindad, PT PAL dan IPTN sudah banyak pejabatnya yang jadi pesakitan dipenjara akibat korupsi," kata Poyuono.

"Belum lagi banyak pemesanan alutsista oleh Angkatan Bersenjata RI melalui BUMN alutsista yang banyak tidak tepat waktu serta tidak lengkap equipment ketika diserahkan kepada pemesannya,serta harga yang jauh lebih mahal dari alutsista yang sejenis yang diproduksi negara lain," sambungnya.

Untuk itu, Poyuono menilai, seharusnya Prabowo meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk bisa membenahi hal tersebut sebelum menawarkan produk alutsista dalam negeri. Bila tidak, kata Poyuono, Indonesia justru bisa merugi dengan menjual produk alutsista tersebut.

"Jadi maaf aja Pak Menhan, tolong minta pak menteri BUMN agar BUMN strategis penghasil alutsista harus diberesin dulu pejabat pejabatnya dan budaya kerjanya agar engga malingan dan profesional. Baru kita bisa jualan produknya," katanya.

"Kalau tidak seperti itu kita jualan alutsista malah jadi rugi karena diklaim sama konsumen, kayak kasus pembelian pesawat dari IPTN oleh thailand atau kapal dari PT Pal yang kena klaim kerugian oleh pembeli," tuturnya. https://bit.ly/348yd6w

Prabowo Terima Kunjungan Menhan Ghana, Jajaki Kerja Sama Pertahanan

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menhan Republik Ghana Dominic BA Nitiwul. Kunjungan ini dilakukan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara, lebih khusus lagi dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang pertahanan.

Berdasarkan keterangan resmi dari Kemhan, Kamis (21/11/2019), Menhan Ghana disambut dengan upacara jajar kehormatan setiba di kantor Kemhan. Menhan Prabowo lalu memperkenalkan para pejabat Kemhan RI. Tampak hadir Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono, Sekjen Kemhan, serta para pejabat eselon I dan II Kemhan RI.

"Usai penyambutan, Menhan RI bersama Menhan Ghana melakukan pertemuan bilateral membicarakan penjajakan kerja sama pertahanan kedua negara yang memang saat ini belum terjalin secara signifikan," ujar Kapuskom Publik Kemhan Brigjen Totok Sugiarto.

"Indonesia terbuka terhadap semua hal positif yang memungkinkan adanya kerja sama saling menguntungkan dengan sahabat mana pun, termasuk dengan Ghana. Salah satu potensi yang dapat dikerjasamakan antara Indonesia dan Ghana adalah dalam hal produk-produk industri pertahanan," imbuh Totok.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menyampaikan kepada Menhan Ghana terkait kemampuan yang dimiliki Industri pertahanan Indonesia. Poin yang dibicarakan Prabowo di antaranya kemampuan PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT DI, dan PT Len Industri.

"Indonesia memandang negara-negara kawasan Afrika Barat termasuk Ghana sebagai negara penting dan dapat menjadi mitra bagi kerja sama produk-produk industri pertahanan Indonesia dan juga kerja sama pertahanan strategis lainnya," kata Prabowo. https://bit.ly/2qroZ6P